Enlightening ourselves

arief gaffar

Layanan Penumpang Maskapai Penerbangan kita… September 24, 2006

Filed under: Organisasi,Transportasi — ariefgaffar @ 5:48 pm

Hari pertama puasa 2006 ini atau tepatnya 24 September mungkin agak susah dilupakan..

Pagi itu sekitar jam 7an, kami beramai-ramai berangkat menuju bandara cengkareng untuk melepas Ibunda tercinta menuju Yogjakarta. Tujuannya berobat tumor paru-paru stadium 2B ke dokter yang menggunakan pendekatan herbal untuk pengobatannya. Rencananya Ibunda ditemani oleh adik bungsu selama di Yogjakarta. Saya memiliki adik perempuan yang sudah berkeluarga dengan 2 anak di Muntilan.

Kami sudah memegang tiket maskapai penerbangan AA seharga sekitar 270 ribuan dengan jam take-off 09.55 pagi. Sesampainya di bandara, adik saya langsung masuk untuk check-in dengan membawa 1 koper pakaian. Saat itu sekitar jam 8 kurang.

Setelah saya parkir mobil, saya bergabung dengan yang lainnya di terminal keberangkatan tempat maskapai AA berada… dan terjadilah cerita yang menyebalkan itu…

HP saya berbunyi, rupanya dari adik saya yang sedang check in. Dia bilang nama Ibunda dan dia tidak terdaftar! Saya bilang coba minta penjelasan kenapa bisa terjadi seperti itu. Lalu dia menelpon lagi bilang dengan penjelasan yang sulit dimengerti yang intinya tiket atas nama mereka telah di cancel…

Meledaklah marah saya.. padahal hari pertama puasa.. yah mau diapain lagi.. ternyata susah juga untuk menahan amarah..

Gak berapa lama keluarlah petugas dari maskapai penerbangan tersebut. Ternyata dia juga tidak bisa memberikan penjelasan yang jernih dan masuk akal. Ringkasnya ‘tidak terdaftar’.. tidak jelas kenapa bisa terjadi seperti itu..

Saat itu saya benar-benar marah sekali. Apalagi petugas checkin bilang kalau mau berangkat juga silahkan bayar tambahan 150rb per orang.

Lebih marah lagi ketika petugas itu bilang kalau dia akan coba bantu tapi menunggu sampai saat mendekati boarding dengan melihat apakah masih ada sisa seat yang tersedia. Dengan nada tinggi, saya bilang gak perlu bilang mau membantu karena hak kami untuk terbang saat itu karena kami sudah membeli tiket.

Lalu mulailah dia ‘memperpanjang masalah’ hehe.. Dia ingin melihat kondisi ibu saya.. lalu dia bilang kalau Ibu saya perlu dibawa ke dokter di rumah sakit terdekat.. Bagi saya itu kan seperti berusaha supaya Ibu saya gak berangkat saat itu. Setelah debat panjang akhirnya disepakati dibuat surat pernyataan jika ada masalah pada ibunda kami maka kamilah yang akan bertanggungjawab.

Kemudian petugas tersebut masuk lagi dengan simpulan kalau kami tidak mau menambah 150rb per orang maka kami harus menunggu sampai saat checkin tutup untuk memastikan apakah masih ada seat yang tersedia. Jijik banget..

Sambil menunggu dengan hati panas saya ngobrol dengan petugas keamanan pintu keluar. Lalu dia cerita kalau petugas2 maskapai AA itu memang mata duitan. Jadi seat kita dijual lagi dengan harga lebih tinggi melalui counter penjualan tiket mereka. Saya gak begitu mengerti apakah petugas tersebut mendapatkan keuntungan dari selisih harga tersebut.

Kemudian dia cerita juga kalau sering terjadi kasus ribut2 antara maskapai AA itu dengan calon penumpang. Pernah ada yang sampai ‘digampar’.

Ternyata yang sering bermasalah bukan hanya maskapai AA itu saja. Ada maskapai penerbangan lain dengan initial AA juga yang sering mengecewakan calon penumpang. Kalau kasus yang saya alami, kata Air-nya dibelakang nah yang ini kata Air-nya didepan.

Sempat juga didalam hati saya kalau sampai Ibunda saya gak jadi berangkat saya bakalan ambil tindakan yang mungkin masuk kategori ekstrim.. maklum benar-benar marah saat itu..

Sampai akhirnya terbetik dipikiran saya untuk menghubungkan petugas checkin dengan petugas travel tempat saya biasa membeli tiket pesawat melalui telpon.

Setelah mereka bicara akhirnya petugas travel itu nyerah. Saya tau kalau dia orangnya gak bisa keras. Akhirnya disepakati untuk membayar tambahan sebesar 150rb per tiket dan akan digantikan oleh travel.

Petugas travel itu juga gak bisa menjelaskan dengan jernih apa yang menyebabkan nama yang tertera di tiket dianggap belum terdaftar. Kata yang saya ingat hanyalah ‘time limit’. Dan dia bilang kalau maskapai AA itu termasuk aneh karena di maskapai penerbangan lain tidak ada masalah dengan cara pemesanan dan issue tiket yang sama.

Dari kejadian itu, saya jadi teringat kalau saya pernah mengalami kasus yang hampir sama dan dengan maskapai penerbangan AA juga hehehe…

Saya pernah ke kupang menginap semalam. Saya beli tiket jkt kupang PP. Pagi hari saya sudah tiba di kupang lalu sekitar jam 3an saya konfirmasi ke kantor AA kupang dan mereka bilang statusnya cancel. Saya disuruh menambah sejumlah tertentu.

Akhirnya saya bisa selamat terbang setelah saya complaint ke petugas travel langganan saya itu.

Memang peristiwa itu sudah selesai.. tapi tetap menyisakan banyak pertanyaan dalam benak saya:

Saya penasaran ingin mengetahui apakah petugas checkin bisa mendapatkan selisih lebih nilai tiket?

  1. apakah bekerjasama dengan petugas counter penjualan tiket? kalau iya bagaimana caranya? apakah kwitansi seharga X tapi di tiket dan di pembukuan lebih kecil dari X ? Mengingat ramainya petugas counter rasanya tidak mungkin kalau tidak diketahui petugas lainnya? atau memang mereka sudah saling TST dan gak mau saling ganggu rejeki temen sendiri?
  2. apakah bekerjasama dengan calo? apakah ada calo di bandara cengkareng? wah saya gak tau persis karena gak pernah goshow alias beli tiket langsung di bandara. Kalau memang ada calo, maka ini cara yang paling mudah untuk mendapatkan selisih nilai tiket tersebut.

Saya penasaran juga dengan mekanisme pemesanan tiket dari travel ke maskapai AA itu.

Yang terpikir adalah kalau memang prosedur pemesanan tiket maskapai AA itu spesifik, kenapa mereka tidak melakukan sosialisasi/training ke para travel? Apakah begitu tidak bermutunya manajemen maskapai AA itu? karena dengan mengabaikan tingkat pemahaman travel tentang proses pemesanan tiket hanya akan mengorbankan penumpang.. dan ujung-ujungnya namanya akan jatuh.. Seperti sekarang ini paling tidak dimata saya.. gak tau kalau ada orang lain lagi yang mengalami..

Dugaan saya yang terakhir…

saya menduga jangan-jangan maskapai AA ini masih menerapkan mekanisme ‘konfirmasi tiket’ yang sudah ditinggalkan maskapai penerbangan luar negeri sejak lama dan beberapa maskapai penerbangan dalam negeri.. dasar gak maju pikirannya.. gak ngerasa kalau kerjanya nyusahin orang hehe..

Closing..

Udah deh saya sekarang cuma berharap jangan sampai karena situasi tertentu saya terpaksa harus membeli tiket maskapai penerbangan AA itu yang warnanya cerah modern tapi minim sekali dalam hal kultur dan semangat untuk membuat bahagia penumpangnya. Udah gitu mungkin teknik/pola manajemennya sedemikian rupa gak bisa mengidentifikasi seberapa banyak penumpang yang telah dikecewakan…

Kapan majunya Endonesia!

 

One Response to “Layanan Penumpang Maskapai Penerbangan kita…”

  1. […] berita TI, beritaTI oleh ariefgaffar on the Januari 24th, 2007 Masih ingat posting saya Layanan Penumpang Maskapai Penerbangan kita… ? Pada tulisan tersebut, saya menggunakan singkatan AA untuk maskapai penerbangan yang saya […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s