Enlightening ourselves

arief gaffar

Pada akhirnya kejahatan tidak akan pernah mengalahkan kebenaran Oktober 3, 2006

Filed under: Hikmah — ariefgaffar @ 8:47 am

Bulan puasa selalu menciptakan waktu yang berlebih untuk merenung. Begitu juga bulan puasa tahun ini.

Seringkali kita melihat film, sinetron, komik, atau buku cerita yang mengesankan bahwa adakalanya kejahatan bisa menguasai kebaikan. Biasanya digambarkan dengan akan munculnya penguasa kejahatan jika suatu kondisi tertentu terpenuhi. Namun berakhir dengan kegagalan karena adanya seseorang / beberapa orang yang berusaha keras mencegahnya. Kisah seperti ini selalu berusaha membangkitkan rasa optimis pembaca atau penontonnya untuk melawan kejahatan.

Namun dalam kehidupan nyata dimana game kejahatan versus kebaikan berlangsung dimana saja, tidak pernah ditemukan kemenangan yang permanen baik oleh kejahatan maupun kebaikan.

Terkadang kebaikan yang menang namun tidak berapa lama kemudian giliran kejahatan yang menang. Begitu juga sebaliknya. Hal itu terjadi terus menerus dan silih berganti. Berikut beberapa contohnya:

  1. Game pemilik warung dengan tukang palak atau preman
  2. Game polisi versus penjahat. Walau seringkali polisi dapat menangkap penjahat namun pada beberapa kasus polisi mengalami kegagalan.
  3. Tukang santet dan calon korban yang pada umumnya hanyalah manusia biasa seperti halnya kita. Manusia biasa yang tidak memiliki ‘kesaktian’ dan tidak mengetahui bahwa dirinya sedang menjadi incaran tukang santet?
    Walaupun santet bukanlah suatu proses yang dapat dilihat dan dibuktikan dengan kasat mata, namun kebanyakan orang mempercayainya. Apalagi sering kita tahu ada segelintir orang yang jelas-jelas menjual jasa santet.

Bersabar dan optimis..

Masa-masa dimana kejahatan terlihat sedang berjaya adalah masa yang sangat sulit bagi para korban untuk menjalaninya. Terlebih jika penegak hukum tidak dapat kita andalkan.

Situasi itu akan membawa dampak erosi pada rasa percaya korban kepada Tuhannya. Tapi percayalah bahwa pada akhirnya kebenaran selalu menang. Pertolongan Tuhan selalu datang.

Tidak ada yang bisa lolos dari ‘penglihatan’ Tuhan. Pada saat hari kiamat tiba maka kita semua akan diadili. Tak satupun dari kita yang bisa ‘membohongi’ Tuhan apalagi menipuNya.

Kita tahu bahwa penghuni paling puncak dari semua kekuasaan ini hanyalah Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa. Level dibawahnya terdapat Malaikat yang terbuat dari sinar dan Syaithan yang terbuat dari api.

Ketika Tuhan memutuskan untuk menciptakan mahluk baru yaitu manusia yang bernama Adam . Tuhan memerintahkan malaikat dan syaithan untuk sujud kepada Adam. Namun, syaithan tidak mau mematuhinya. Syaithan merasa derajatnya lebih tinggi karena terbuat dari api sedang manusia dari tanah. Berbeda dengan malaikat yang mau bersujud kepada Adam sekalipun terbuat dari cahaya.

Jadi kepada siapakah semua sumber kejahatan seperti santet dan lain-lain.. ya hanya sampai selevel syaithan.
Karena itu kita harus optimis bahwa hanya Tuhan lah tempat kita berlindung dari hal-hal yang tidak baik.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s