Enlightening ourselves

arief gaffar

MOU Indonesia dg Microsoft: Apa benar MOU hasil kesepakatan semua Menteri? Januari 20, 2007

Filed under: Audit,Teknologi Informasi — ariefgaffar @ 6:39 am

Kebetulan akhir-akhir ini di masyarakat TI di Indonesia sedang diributkan dengan adanya MOU dengan Microsoft yang ditandatangani Menkominfo mewakili Pemerintah RI yang sekarang..

Tulisan ini terkait dengan materi yang ada pada posting teman kita Harry Sufehmi di blog nya tepatnya di http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-19-1376/ dengan judul Catatan Pertemuan dengan Menkominfo

Secara garis besar, saya tidak begitu gembira terhadap hasil pertemuan teman-teman ‘aktivitas OSS’ dengan Menkominfo dan pejabat Depkominfo lainnya..

Ketidakgembiraan itu atau lebih tepat disebut sebagai kekecewaan itu akan saya utarakan di posting lainnya..

Sesuai dengan judul posting ini, saya tergoda untuk mengomentari beberapa kalimat yang disarikan dari hasil pertemuan tersebut:

“Ternyata, MoU ini adalah hasil kesepakatan dewan TIK nasional, yang beranggotakan antara lain menteri-menteri lainnya juga; seperti Menko Polkam, Perdagangan, Ekonomi, Dalam negeri, dll. ” (paragraf ke-5 dari atas, asumsi batas paragraf adalah baris kosong)

“…padahal sebetulnya ini adalah kesepakatan dewan TIK nasional.” (paragraf k-7 dari atas, asumsi batas paragraf adalah baris kosong)

Secara formal anggota Dewan TIK nasional memang para menteri, namun itu tidak berarti bahwa Menteri tersebut memahami secara mendalam duduk masalah kenapa perlu di buat MOU lho..

Sehingga kalaupun dinyatakan mereka sepakat, kita bisa tau lah kesepakatan yang kayak apa gitu lho.. Wong mereka gak tau persis duduk masalahnya.. Saya yakin perbedaan latarbelakang menteri yang berbeda-beda akan menyebabkan pemahaman yang berbeda-beda tentang issue pembajakan software yang sebenarnya..

Jangan-jangan begitu kita jelasin duduk perkaranya secara lebih mendalam nanti jawaban Menteri nya gini: “Waduh saya gak ngerti tuh kalau konsekuensinya sampe kayak gitu dik..” atau “Wah, kebetulan waktu pertemuan itu saya gak bisa hadir, jadi saya wakilkan ke pejabat dibawah saya..” atau “Bener lho, saya gak tahu apa-apa soal itu”.. dst dst

Saya cuma mengingatkan, bahwa pada praktekya sangat banyak cara/trick untuk mendapatkan kesepakatan bahkan persetujuan atas sesuatu hal lho..
Misal:

  1. Pernah ngalamin diajak temen ke suatu pertemuan MLM gak? atau mungkin pernah denger ceritanya..
    Disana, setiap kali pembicara selesai menjelaskan hal-hal yang menunjukkan betapa menguntungkannya ikutan MLM selalu terdengar gemuruh tepuk tangan yang luar biasa..
    Kita tahu kan siapa yang ngambil inisiatif melakukan tepuk tangan? Ya jelas mereka yang memang sudah jadi anggota MLM tersebut, termasuk upliner kita..
    Sehingga tanpa sadar kita ikutan tepuk tangan dan secara mental merasa ‘Gila ya.. ternyata menjanjikan juga nih MLM”. Mana yang datang dan tepuk tangan banyak sekali.. hehe padahal yang banyak juga yang tepuk tangan itu sama dengan kita posisinya yaitu secara gak sadar ikutan bertepuktangan haha..
    Terlepas dari pro kontra MLM, tapi secara tidak langsung kita telah sepakat dengan ide calon upliner kita.. hehe.. Dan kita harus akui itu metodologi yang ampuh untuk mendapatkan dukungan yang sifatnya massal..
  2. Kadang seorang pejabat gak punya cukup waktu untuk menandatangani berbagai macam surat keputusan kan?
    Nah, kalau ada staf yang jahil, dia bisa menyelipkan surat keputusan yang isinya sebetulnya gak bener di tumpukkan surat keputusan yang mau ditandatangani Boss..
    Kadang, dia dengan sengaja ngumpulin dulu berkas yg mau ditandatanganin biar banyak hehe.. Supaya bisa nyelipin yang sesuai kepentingannya..
    Kebetulan saya mantan PNS, jadi tau bener peluang seperti itu.. Dan saya punya rekan yang pernah bekerja di kepemerintahan yang tahu benar modus operandi seperti itu..
    Jadi kadang jangan heran kalau kadang2 kita lihat Boss/pejabat nya orang pinter ngeluarin kebijakan yang gak tepat.. maklum, dikadalin bawahannya.. hehe

Masih ada beberapa cara mensiasati untuk mendapatkan dukungan/kesepakatan atau bahkan persetujuan.. Misalnya dengan cara tidak memberikan informasi2/pertimbangan2 yang lengkap dan lain-lain..
Saya pikir Anda juga punya contoh2 yang lain.. Mungkin bisa di share disini.. Biar kita dan Boss2 tidak gampang dikadalin hehehe..

Nah sekarang pertanyaannya adalah: Apa mungkin ‘kesepakatan’ menteri-menteri yang lain itu adalah hasil rekayasa juga?Mungkin kalau rekayasa akan sulit membuktikannya dan cenderung jadi gosip dan fitnah.. Lagi pula itu terkait dengan niat.. jadi sulit membuktikannya..

Jadi supaya kita gak terjebak gosip dan fitnah coba kita lihat dari sudut pandang lain..

Sebetulnya yang kita butuhkan adalah keyakinan bahwa para menteri tersebut benar-benar menyepakati MOU tersebut.. Menyepakati artinya tahu benar apa cost-benefit dan konsekuensi dari MOU tersebut serta tahu benar bahwa MOU tersebut adalah solusi paling efektif untuk menyelesaikan masalah pelanggaran hak cipta khususnya pembajakan software di Indonesia..

Cara untuk memastikannya minimal:

  1. Mencari tahu pertemuan dan rapat apa saja yang dilakukan di Detiknas, tanggal berapa aja, mulai jam berapa dan selesai jam berapa?, pertemuannya bersifat seremonial atau rapat kerja? agenda pertemuannya apa? siapa menteri yang hadir? siapa yang diwakili?, Lihat daftar hadir, Cari notulen rapat dan lain-lain..
  2. Setelah dapat point satu diatas, tandai pertemuan mana yang terkait dengan pembicaraaan mengenai pembajakan software dan sejenisnya..
  3. Wawancarai para menteri dan/atau yang mewakilinya pada pertemuan tersebut..
  4. dst..

Kalau ternyata memang benar MOU adalah hasil kesepakatan dari semua Mentri di DeTIKNas dalam pengertian bahwa menteri tersebut benar2 mengerti apa alasan, cost&benefit, efektifitas MOU dalam pembajakan software itu bukan berarti kebijakan pemberantasan pembajakan software dan/atau MOU Indonesia dengan Microsoft itu tepat..

Kita membutuhkan adanya management audit dari pihak auditor independen dan profesional untuk memastikan ketepatan kebijakan pemberantasan software dan MOU tersebut.

Sekaligus auditor tersebut akan memastikan apakah MOU itu benar-benar didukung oleh menteri-menteri lainnya dalam DeTIKNas.. Sekaligus untuk melihat kualitas mekanismenya sehingga Menteri-menteri tersebut memberikan dukungan..

Kalau ternyata terdapat menteri-menteri yang sebenarnya tidak mendukung dalam pengertian tidak memahami dengan jelas perlunya MOU dalam konteks pemberantasan pembajakan software, maka berarti MOU itu hanyalah keputusan segelintir orang saja di DeTIKNas..

Silahkan baca di posting saya selanjutnya tentang perlunya kebijakan pemberantasan software dan/atau MOU di audit..

Yuk sama-sama kita serve bangsa kita ini dengan kebijakan-kebijakan yang transaparan, akuntabel, efektif, dihasilkan melalui proses pengambilan keputusan yang bermutu dan menguntungkan bangsa kita ini baik jangka panjang maupun jangka pendek..

Semoga… Amiiinnn..

 

2 Responses to “MOU Indonesia dg Microsoft: Apa benar MOU hasil kesepakatan semua Menteri?”

  1. ryosaeba Says:

    yang patut dipertanyakan adalah apakah adanya orang microsoft dalam dewan TIK tersebut juga ikut berpengaruh.

  2. Budi Says:

    Menurut saya MoU ini lebih baik dibatalkan saja, karena walaupun kita membeli lisensi dari microsoft, pengurangan pembajakan di Indonesia tidak terlalu signifikan, dan sementara uang untuk membeli lisensi cukup besar. dan menurut analisa saya MoU ini hanya melegalkan dan memberikan 1/3 harga software microsoft kepada hanya pemerintah, sementara kepada rakyat atau pengusaha yg terkait dengan pemakaian software microsoft harga tidak disamakan dg pemerintah. dan ini sangat tidak adil pemerintah yang hanya membelanjakan uang rakyat dan tidak memperhatikan nasib rakyat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s