Enlightening ourselves

arief gaffar

MOU Indonesia dg Microsoft: Kita butuh adanya Management Audit terhadap Kebijakan yang mendasari MOU Januari 21, 2007

Filed under: Audit,Teknologi Informasi — ariefgaffar @ 4:50 am

Sungguh MOU Indonesia dengan Microsoft sangat menarik untuk didiskusikan.. Penandatanganan MOU sebenarnya suatu bentuk kongkrit kebijakan yang diambil oleh Dewan TIK Nasional yang diketuai oleh Menkomimfo.. Dan MOU itu sendiri ditandatangani oleh Menkominfo..

Seperti lazimnya suatu kebijakan, langkah selanjutnya akan terkait dengan alokasi anggaran/dana yang akan dikeluarkan.

Dari berita2 beberapa minggu terakhir ternyata pembelian lisensi software Microsoft tidak bisa dilakukan di periode tahun anggaran 2007 ini. Karena anggarannya sudah ditetapkan sementara usulan pengajuan anggaran untuk pembelian software Microsoft belum diajukan. Hak tersebut dinyatakan beberapa kalangan diantaranya dari wakil rakyat di DPR.

Mungkin, jika memang mekanisme nya ada dan memungkinkan, pembelian lisensi software Microsoft tersebut bisa dilakukan juga melalui mekanisme anggaran tambahan yang mungkin ada pada akhir tahun.

Saya pikir, DeTIKNas dan/atau Menkominfo, cukup cerdik untuk mewujudkan hal tersebut. Kenapa cukup cerdik? coba ikuti berita-berita dari sejak pembentukan DetikNas dan Komite..

Masalahnya bagi kita rakyat negeri ini, terutama masyarakat teknologi indonesi, adalah MOU Indoensia dengan Microsoft dan kebijakan yang mendasarinya itu tepat?

Kebijakan yang tidak tepat akan menimbulkan pemborosan uang rakyat. Lebih menyedihkan lagi kalau ternyata untuk mengimplementasikan kebijakan yang tidak tepat itu digunakan HUTANG

Seringkali kita memahami pemborosan hanya pada tataran operasional atau level eksekusi saja dimana pembelian barang/jasa yang harganya lebih mahal dari yang seharusnya adalah pemborosan.

Tapi pemborosan juga bisa dilihat dari perspektif strategisnya yaitu apakah kebijakan itu tepat? Karena, sekalipun kita telah membeli barang/jasa dengan harga yang wajar sementara tujuannya tidak tepat, maka itu adalah pemborosan juga namanya..

Jadi pemborosan bisa juga disebabkan oleh adanya kebijakan yang tidak tepat..

Pemborosan di level stratejik seperti itu buat saya sangat menyedihkan karena biasanya disitu ada peran boss atau pejabat sebagai pengambil keputusan.. Bukankah boss atau pejabat kita itu orang pandai semuanya?

Agar tidak menimbulkan gosip dan fitnah sebaiknya kebijakan untuk mengatasi pembajakan software pada DeTIKNas dan DepKomInfo diaudit untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut benar-benar tepat dan dihasilkan melalui proses pengabilan keputusan yang berkualitas yang mengacu pada Good Corporate Governance dan Good IT Governance

Jenis Audit yang tepat untuk kebutuhan seperti itu adalah Management Audit yang bisa menggunakan peraturan pemerintah tentang Corporate Governance, IT Governance serta standard/best practices tatakelola yang berlaku internasional.

Nah pihak yang bisa melakukan seperti itu siapa lagi kalau bukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang merupakan alat pengawasannya DPR.. BPK itu kan lembaga tinggi negara jadi levelnya sederajat dengan pemerintah..

Kan BPK pemeriksa keuangan? Apa kaitannya dengan masalah MOU dan kebijakan untuk mengatasi pembajakan software?

Jelas ada kaitannya, kebijakan untuk mengatasi pembajakan software dan MOU antara Indonesia dan Microsoft akan berimplikasi pada alokasi dana/anggaran atau pengeluaran uang yang sangat besar dan bisa menimbulkan ketergantungan teknologi jangkapanjang yang berdampak pada alokasi dana/anggaran untuk jangka panjang.

Nah disini BPK bisa bisa memainkan perannya untuk melakukan audit atas kebijakan tersebut.. Mencegah kebijakan yang berpotensi menimbulkan pemborosan pastilah lebih efektif daripada menunggu setelah atau pada saat kebijakan tersebut dilaksanakan..

Kita rakyat Indonesia tidak menginginkan pengeluaran uang rakyat untuk hal-hal yang tidak tepat sasaran bagi semua rakyat Indonesia, apalagi kalau harus sampe NGUTANG!!!

 

One Response to “MOU Indonesia dg Microsoft: Kita butuh adanya Management Audit terhadap Kebijakan yang mendasari MOU”

  1. yetti Says:

    kalau mau ditilik dan di analisa ngapain beli soft ware mahal2. indonesia kan banyak ahli komputernya kenapa ngak nyoba bikin sendiri aja. kalaupun harus dibeli janganlah sampai merugikan uang rakyat. pake aja soft ware yang tidak perlu beli soft ware seperti linuk. kalaupun harus membeli, maka bikin aja tender biar harganya tidak mahal. kalau sudah dilakukan dan terjadi penyimpangan lakukan aja audit kecurangan, bukan manajemen audit. kalau dah terbukti melakukan penyimpangan limpahkan ke pengadilan, maka lakukan audit juga audit forensik dan audit investigasi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s