Enlightening ourselves

arief gaffar

Kita telah memperlakukan susah dan senang dengan tidak adil… Februari 8, 2007

Filed under: Hikmah,Musibah — ariefgaffar @ 1:42 am

Ketika sedang melakoni hidup yang fana ini sering kita mendapatkan hal-hal yang membuat hidup kita rasanya tambah susah atau senang.

Kita, sebagaimana manusia lainnya, biasanya selalu memiliki cita-cita, harapan, keinginan, target, dan tujuan tertentu yang kadang kala bisa tercapai dan mendapatkan rasa senang yang luarbiasa atau tidak sama sekali yang membuat kita merutuki nasib bahkan kecewa terhadap Tuhan..

Bahkan terdapat juga banyak hal yang tidak terfikir oleh kita, tiba-tiba kita mendapatkannya susah atau pun senang.

Seringkali kita terlalu menganakemaskan rasa susah yang didapat sehingga tenaga, waktu, emosi dan fikiran kita terkuras untuk nya dan tidak pernah sebanyak yang kita berikan untuk rasa senang yang didapat..

Pemahaman tentang rasa susah

Tentu saja banyak sekali pemahaman yang dimiliki manusia tentang apa itu rasa susah apapun bentuknya. Beikutsedikit diantaranya:

  • Susah itu relatif.. Tergantung siapa yang mendapatkannya.
  • Susah itu sesaat, temporer alias jangka pendek.
    Masih akan banyak lagi susah-susah dan senang-senang yang lain.. Mereka sangat setia menunggu kita..
  • Bobot susah yang didapat tidak akan pernah melebihi kemampuan kita. Saya lupa apakah itu dari Al Qur’an atau Hadits..

Cara menyikapi rasa susah

Jika kita memahami senang dan susah sesuai dengan bahasan diatas, maka kita tidak boleh kita sikapi secara berlebihan.

Susah bagi seseorang bisa jadi akan membuat dirinya benar-benar tambah susah tapi bagi orang lainnya dia akan menerimanya dengan hati & fikiran yang tenang sehingga dengan mudah memahami penyebab dia mendapatkan rasa susah tersebut yang pada gilirannya akan membuat dia terhindar dari rasa susah yang sama lagi dimasa datang

Orang yang menyikapi rasa susah dengan positif biasanya sering mengatakan bahwa ‘The show must go on’, ‘badai pasti berlalu’, ‘masih ada hari esok’, ‘hidup ini bagaikan roda yang sedang berputar’ dan lainnya..

Penyikapan yang positif membuat kita tidak ‘lupa diri’ yang justru akan menenggelamkan dan menjerumuskan kita ke jurang yang semakin dalam..

Semakin positif kita menyikapi rasa susah maka semakin ringan beban yang harus ditanggung dan semakin efektif pembelajaran yang kita lakukan.

Pemahaman dan bagaimana menyikapi tentang rasa senang

Sayangnya tidak semua dari kita yang meluangkan fikiran untuk mencari pemahaman yang jelas tentang bagaimana menyikapi rasa senang yang didapat. Biasanya lebih banyak kita sikapi dalam bentuk fisik keduniawian..

Ulang tahun dirayakan dengan pesta sampai pagi dengan segala atributnya.. Begitu juga dengan pernikahan, pencapaian target dan lainnya.. Kalau pun ada pembacaan doa, itu hanya hiasan dari suatu acara yang sesungguhnya merupakan pelampiasan habis-habisan tanpa batas..

Namun sebagian dari kita juga ada yang menyikapi rasa senang dengan berterimakasih kepada Tuhan yang menjadi porsi terbesar dari penyikapan terhadap rasa senang secara keseluruhan.

Jarang kita temui orang yang menyadari bahwa rasa senang itu relatif, temporer, dan jangka pendek justru ketika sedang mengalami rasa senang..

Juga jarang kita temui orang yang menyikapi rasa senang dengan ‘The show must go on’, ‘badai pasti berlalu’, ‘masih ada hari esok’, ‘hidup ini bagaikan roda yang sedang berputar’

Begitu rasa senang kita didapat maka seketika hilanglah kesempatan diri untuk memahami dan menyikapi rasa senang dari perspektif jangka panjang karena tiba-tiba tidak ada waktu yang tersisa untuk berfikir.. Semuanya habis untuk merayakannya..
Sehingga sering kita menyikapi rasa senang tersebut dalm bentuk ekspresi berlebih-lebihan bahkan tidak sedikit yang lupa diri sehingga menyinggung perasaan teman, keluarga, famili, saudara sebangsa kita. Terlebih jika pada saat bersamaan mereka justru sedang mengalami rasa susah.

Meluangkan sedikit waktu untuk berfikir pada saat mendapatkan rasa senang akan membuat kita tidak terlena dan menyadarkan kita bahwa masih banyak lagi tujuan yang harus kita capai..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s